web log free Gamplong Studio Alam, Destinasi Hits yang Dijadikan Lokasi Syuting Film di Jogja! - Travelling News

Gamplong Studio Alam, Destinasi Hits yang Dijadikan Lokasi Syuting Film di Jogja!

Nyero.ID – Beraneka macam wisata baru bermunculan di berbagai daerah, bahkan beberapa diantaranya menjadi hits diperbincankan di media sosial, terutama berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada banyak pilihan tempat wisata menarik yang bisa diexplore di Kota Jogja, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan juga Kabupaten Kulon Progo.

Salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah Gamplong Studio Alam di Desa Wisata Gamplong, Sleman yang cukup populer akhir-akhir ini.

Gamplong Studio Alam terletak di Pedukuhan Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY.

Gamplong sendiri merupakan sebuah desa wisata yang terkenal dengan industri kerajinan tenun tradisionalnya yang masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Salah satu produk tenun yang dihasilkan adalah stagen.

Selain stagen dan  tenun lurik, desa wisata ini juga memproduksi berbagai macam jenis kerajinan yang unik dari bahan enceng gondok, lidi, akar wangi, mendong dll.

Pesona Desa Wisata Gamplong semakin memikat dengan adanya Studio Alam yang disebut-sebut sebagai “Mini Hollywood”.

Liburan di Gamplong Studio Alam Sleman
Photo by @erasarimalya

Studio alam ini telah diresmikan pada bulan Juli 2018 oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi salah satu spot wisata baru yang cukup menarik perhatian.

Sebutan Mini Hollywood yang melekat pada studio alam ini tidaklah berlebihan. Karena lokasi ini memang digunakan untuk keperluan syuting film berjudul Sultan Agung the Untold Story (SultanAgung: Tahta, Perjuangan dan Cinta) garapan sutradara Hanung Bramantyo.

Pembangunan studio alam di Gamplong dimulai sejak Desember 2017, dan merupakan inisiatif dari Mooryati Soedibyo yang tak lain adalah pendiri produk kecantikan ternama Mustika Ratu.

Tekadnya untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia diwujudkan melalui pembuatan film bertema sejarah dengan menggandeng Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya.

Dengan mengambil setting di abad ke-16 dan 17, lahan seluas 2,7 hektare yang merupakan tanah kas desa dibangun sedemikian rupa untuk memvisualisasikan situasi dan kondisi di masa lampau.

Studio ini merupakan replika dari Keraton Mataram ketika berada di Pleret, Bantul yang dikenal dengan nama Keraton Kerto. Dengan ciri khas bangunan terbuat dari kayu dan lantainya terbuat dari batu.

Wisata Hits Gamplong Studio Alam Sleman
Photo by @etikafitriarti

Beberapa bangunan semi permanen seperti gerbang keraton Kerajaan Mataram, pendopo ageng dan pendopo alit keraton, jembatan kayu, benteng VOC, Kampung Mataram, Kampung Belanda dan Pecinan di masa lampau terlihat begitu unik dan menarik perhatian wisatawan.

Pembangunan studio alam di kawasan Desa Wisata Gamplong memang sepenuhnya untuk keperluan syuting film, meski begitu studio alam ini juga terbuka untuk umum.

Dengan catatan pengunjung tidak boleh mengganggu proses syuting yang sedang berlangsung.

Karena setelah film Sultan Agung the Untold Story, ada film kedua yang syuting di tempat ini yaitu Bumi Manusia yang juga garapan sutradara Hanung Bramantyo.

Bahkan sang sutradara telah menyiapkan proyek film tentang Sunan Kalijaga yang akan syuting pada bulan April-Mei tahun 2019 mendatang.

Di kawasan Studio Alam Desa Wisata Gamplong kamu bisa menikmati wisata edukasi sekaligus berburu spot-spot foto keren yang instagramable ala abad ke-16 untuk berfoto selfie.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk per Juni 2018 masih gratis, kamu hanya dikenai biaya parkir secara sukarela yang bisa dimasukkan ke dalam kotak yang tersedia.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Desa Wisata Gamplong sudah cukup memadai sehingga wisatawan bisa menikmati momen liburan dengan nyaman.

Di lokasi wisata ini terdapat fasilitas area parkir, tolilet, warung makanan dan minuman, kereta wisata, gallery dan workshop, toko souvenir, serta spot-spot foto keren ala abad ke-16.

Rute Perjalanan

Gamplong Studio Alam terletak di Pedukuhan Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY.

Atau sekitar 18,7 km dari pusat Kota Jogja dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit.  Lokasi wisata berada di sebelah barat Kecamatan Sedayu sekitar 4 km, dan buka mulai pukul 12.30 WIB – 17.00 WIB.

Akses jalan menuju ke lokasi Gamplong Studio Alam cukup mudah dengan kondisi jalan yang sudah beraspal.

Namun demikian, tidak ada angkutan umum menuju ke lokasi wisata ini sehingga sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk mencapai lokasi Gamplong Studio Alam kamu bisa mengarahkan kendaraan menuju ke Jalan Wates.

Sampai di Jalan Wates Km 15 – pertigaan Klangon ke utara sampai bertemu jembatan rel kereta api, belok ke kiri – ikuti jalan sampai ketemu lapangan – ikuti petunjuk arah (manual/Google Maps) atau bertanya langsung kepada penduduk sekitar.

Daya Tarik

Spot Foto Gamplong Studio Alam Sleman
Photo by @ghina_zerlina

Berwisata di Gamplong Studio Alam kamu bukan hanya diajak untuk menikmati alam pedesaan yang masih asri saja tetapi juga mendapatkan pengalamaan wisata edukasi yang bermanfaat.

Sebagai desa wisata yang sudah terkenal dengan industri tenun tradisionalnya sejak tahun 1950 silam, Gamplong menawarkan sensasi liburan yang tak terlupakan.

Selain menjelajahi kekayaan budaya dan tradisi yang ada, di desa wisata ini kamu juga bisa mengexplore keunikan Studio Alam yang dibangun untuk keperluan syuting film.

Bangunan semi permanen dengan konsep unik ala abad ke-16 ini berdiri di lahan seluas kurang lebih 2,7 hektare.

Meskipun dibangun untuk keperluan syuting film namun tempat ini juga terbuka untuk umum dan sangat menarik untuk dikunjungi saat liburan.

Dengan setting kehidupan di abad ke-16 dan 17, kawasan Gamplong Studio Alam dilengkapi beberapa bangunan tematik sesuai kebutuhan film yang berlatar cerita sejarah.

Memasuki kawasan Gamplong Studio Alam yang terkenal dengan sebutan mini Hollywood ini kamu akan disambut dengan kemegahan replika benteng Batavia yang dibuat mirip sesuai aslinya.

Untuk memasuki benteng ini kamu akan melewati sebuah jembatan dengan gaya arsitektur khas Belanda.

Di dalam kawasan benteng ini kamu akan diajak menikmati suasana tempo doeloe dengan beberapa bangunan dengan ciri eksterior Belanda yang khas.

Kesan kolonial begitu terasa dengan penempatan beberapa meriam lengkap dengan roda penyangganya.

Selain Kampung Belanda dengan beberapa dinding pertahanan, di kawasan ini juga terdapat replika Kampung Pecinan dengan ciri bangunannya yang khas.

Design bangunan terlihat semakin menarik dengan ornamen-ornamen etnik Cina yang penuh makna.

Selain replika Kampung Belanda dan Tionghoa, di tempat ini juga terdapat replika Kampung Mataram yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Jawa di abad ke-16.

Dengan beberapa bangunan rumah khas Jawa kuno yang berdinding anyaman bambu.  Dan yang tidak kalah menarik tentu saja bangunan pendopo yang merupakan bagian dari Keraton Mataram.

Berada di Gamplong Studio Alam kamu akan diajak untuk merasakan kehidupan di masa penjajahan kolonial Belanda yang sarat akan nilai-niai sejarah perjuangan bangsa.

Di tempat ini kamu bisa belajar tentang sejarah, khususnya di abad ke-16 sebelum masa kemerdekaan.

Selain menggambarkan kehidupan di abad ke-16, lokasi syuting ini juga dilengkapi dengan beberapa bangunan replika komplek Kota Kranggan, Surabaya di tahun 1908.

Dan juga rel kereta api lengkap dengan gerbongnya yang merupakan setting untuk keperluan film Bumi Manusia.

Di tempat wisata ini kamu bisa berburu spot foto keren berupa replika bangunan-bangunan lawas dengan berbagai keunikannya.

Kamu bisa mengexplorasi kawasan studio alam ini dari beberapa sudut yang berbeda untuk mendapatkan hasil foto terbaik yang pastinya instagramable.

Baca: Pantai Baru Bantul, Destinasi Wisata dengan Spot Kincir Angin di Jogja!


Sumber : Nyero id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *