Curug Gondoriyo Semarang

Nyero.ID – Terkenal dengan kudapan lumpianya, Semarang juga identik dengan wisata sejarah Lawang Sewu yang begitu melegenda.  Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini juga menyimpan potensi wisata yang cukup beragam.  Beberapa diantaranya merupakan destinasi wisata alam yang sangat menawan.

Spot wisata alam di Semarang yang cukup hits dan populer belakangan ini antara lain adalah Ayana Gedong Songo yang berlokasi di Bandungan, Kabupaten Semarang, Vanaprastha Gedong Songo Park yang berada di kawasan Candi Gedong Songo, Pondok Kopi Umbul Sidomukti, Watu Gunung hingga New Sabana Rawa Pening.

Beberapa destinasi wisata alam di Semarang memang mengusung konsep kekinian dengan sajian spot foto nan instagrammable di dalamnya.  Salah satu yang sedang hits di kalangan wisatawan adalah Curug Gondoriyo yang berlokasi di Dusun Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Curug ini memiliki aliran air terjun setinggi 15 meter yang berasal dari Sungai Bukit Semarang Baru (BSB) dan menyambung ke Sungai Beringin.  Tempat wisata ini menyajikan keindahan curug dengan pemandangan yang masih asri dan hijau.  Bahkan di malam hari pun suasana curug tidak kalah istimewa, karena pihak pengelola menghiasi curug dengan lampu warna-warni yang sangat menarik.

Destinasi wisata ini resmi dibuka pada 9 Februari 2019 lalu dan langsung menarik perhatian wisatawan dengan jumlah kunjungan yang semakin meningkat.  Lokasinya yang berada tidak jauh dari pusat kota dengan harga tiket masuk yang cukup murah membuat wisata curug ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Curug Gondoriyo bukan hanya menyajikan keindahan alam nan eksotis saja tetapi juga sarat akan nuansa mistis di dalamnya.  Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah keberadaan situs Kayu Jati yang merupakan saluran air sepanjang 25 meter dan dikenal dengan sebutan Talang Londho.

Keunikan lainnya adalah keberadaan batu tumpang yang terlihat bertumpuk-tumpuk namun tidak pernah jatuh.  Sementara di sisi curug terdapat gua dengan kedalaman 2,5 meter yang di dalamnya ada area untuk pertapaan dan arca berbentuk manusia.  Warga sekitar meyakini bahwa lorong gua tersebut terhubung dengan terowongan gua di wilayah lainnya.

Wisata curug di Semarang ini masih terus dikembangkan dan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Sebelum merencanakan liburan ke Curug Gondoriyo Semarang, berikut ini adalah informasi seputar harga tiket masuk, jam operasional, fasilitas, daya tarik, dan lokasi yang perlu diketahui.

Harga Tiket Masuk

Curug Gondoriyo Semarang bisa menjadi alternatif menarik sebagai tujuan wisata murah meriah di akhir pekan.  Untuk menikmati keindahan curug biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 5.000 dan ongkos parkir sebesar Rp 2.000.  Dengan harga tiket masuk yang begitu murah, pengunjung bakal dimanjakan dengan panorama curug yang begitu menawan.

Jam Operasional

Berbeda dari wisata curug lainnya yang biasa buka dari pagi sampai sore, jam operasional di Curug Gondoriyo justru buka sampai malam.  Dengan jam buka mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB dan 19.00 WIB – 23.00 WIB.

Spot wisata ini memang sengaja buka sampai malam karena air terjunnya didesain dengan cahaya lampu warna-warni sehingga menyajikan nuansa yang begitu eksotis di kegelapan malam.

Fasilitas

Meskipun terbilang baru, namun pihak pengelola terus berupaya untuk melengkapi wisata curug ini dengan berbagaia macam fasilitas.  Selain area parkir dan toilet, tempat wisata ini juga dilengkapi dengan spot selfie yang cukup unik berupa Jembatan Mak Comblang.  Di atas jembatan bambu ini terdapat hiasan payung warna-warni yang membuat suasana semakin ceria dan penuh warna.

Fasilitas lain yang tersedia adalah gubuk patemon yang bisa digunakan wisatawan untuk sekedar duduk dan bersantai bersama keluarga.

Daya Tarik

Curug Gondoriyo merupakan salah satu spot wisata di Semarang yang menarik untuk tujuan wisata di akhir pekan.  Pemandangan alam di area curug masih sangat asri dengan udara yang begitu sejuk.  Untuk menuju ke lokasi wisata, pengunjung bisa melewati anak tangga yang telah disediakan sehingga akses menuju ke area curug semakin mudah.

Destinasi wisata alam dengan konsep kekinian ini bukan hanya menyajikan panorama curug yang masih alami saja tetapi juga suasana yang begitu eksotis di malam hari.  Berbeda dari wisata curug lainnya yang hanya buka sampai sore hari, wisata curug di Kelurahan Gondoriyo ini buka dari pagi sampai jam 11 malam.

Bukan tanpa alasan mengapa pihak pengelola membuka wisata curug dimalam hari.  Pasalnya untuk memberikan sentuhan yang sedikit berbeda, pihak pengelola telah melengkapi wisata air terjun ini dengan hiasan lampu warna-warni yang begitu menawan.

Setidaknya ada 16 instalasi lampu yang ditempatkan pada bagian bawah air terjun.  Cahaya dari lampu yang menyinari aliran air terjun membuat tampilan air terjun terlihat semakin menarik.

Cahaya lampu di malam hari yang berpadu suasana curug yang begitu syahdu membuat suasana di tempat wisata ini semakin eksotis.  Sementara suara gemericik air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter ini pun cukup menenangkan.

Selain menyajikan keindahan alam yang begitu mempesona, Curug Gondoriyo juga sarat akan nuansa mistis dan historis.  Salah satunya adalah keeradaan saluran air dari kayu jati sepanjang 25 meter yang diyakini sudah berusia sekitar 100 tahun.  Warga sekitar mengenalnya dengan sebutan Talang Londho.

Selain itu, keberadaan batu tumpuk di kawasan wisata ini juga menjadi daya tarik tersendiri karena terlihat sangat unik.  Meskipun terlihat saling bertumpuk, namun nyatanya batu-batu tersebut tidak pernah jatuh.

Sementara di sisi curug juga terdapat gua berkedalaman 2,5 meter dengan lebar sekitar 3 meter.  Konon di gua tersebut terdapat sebuah pertapaan dan arca manusia.  Gua ini juga diyakini terhubung dengan gua lainnya.

Selain menawarkan ecowisata air terjun, di tempat ini juga terdapat pemandian alam Kali Anyes dengan aliran air yang begitu menyegarkan.  Pengunjung bisa berendam di pemandian ini atau sekedar bermain air untuk menikmati kesegarannya.

Lokasi wisata yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Semarang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena lebih mudah untuk diakses.  Selain itu lokasinya yang berada di Kecamatan Ngaliyan juga berdekatan dengan tempat wisata lainnya seperti Desa Wisata Lembah Kalipancur.

Desa Wisata Kalipancur berada di Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.  Tempat wisata ini menawarkan sensasi liburan seru dengan suasana alam yang masih sejuk dan asri.  Berbagai macam fasilitas yang cukup memadai pun tersedia di dalamnya.

Konsep yang ditawarkan di tempat wisata ini adalah jalur one way sehingga pengunjung tidak perlu bolak-balik lagi.  Perjalanan wisata dimulai dari kolam renang, sepeda air, kandang rusa, Aeroplane Cafe, kandang sapi dan kambing, hutan jati, Japanese Village, Texas Village, dan Balinese Village.  Perjalanan akan diakhiri di warung makan dan pemancingan.

Jika waktunya memungkinkan, kamu bisa sekalian mengunjungi Desa Wisata Lembah Kalipancur untuk melengkapi agendai liburanmu di Curug Gondoriyo.

Lokasi

Curug Gondoriyo berada di Dusun Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Jarak dari pusat Kota Semarang menuju ke Kelurahan Gondoriyo hanya sekitar 21,2 km dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 38 menit saja jika melewati rute Jalan Tol Jatingaleh – Krapyak.  Untuk mengetahui rute selengkapnya kamu bisa menggunakan aplikasi Google Maps.


Sumber : Nyero id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *